Kekuatan Bürgerplattformen dan Keberagamannya

Kekuatan Bürgerplattformen dan Keberagamannya

By October 8, 2019 Berita Terbaru No Comments

Bürgerplattformen kembali mengadakan aksi besar di musim panas yang lalu. Kali ini bertempat langsung di Betonwerk Grünau, area bekas industri yang sudah lebih dari 3 tahun ini diperjuangkan oleh Bürgerplattformen Berlin untuk menjadi area pemukiman baru, di mana dapat dibangun ribuan apartemen baru sebagai salah satu solusi bagi krisis tempat hunian di Berlin sekarang ini.

Di aksi yang dihadiri oleh sekitar 500 orang dari seluruh penjuru Berlin ini, disampaikan kisah-kisah sukses Bürgerplattformen yang terbaru, juga isu-isu aktual yang sedang digarap oleh masing-masing Bürgerplattform di Berlin. Mewakili Bürgerplattform Wedding/Moabit (WIR SIND DA!), jamaah Masjid Al-Falah IWKZ e.V., Muhammad Bagus Dwi Saputra menyampaikan bahwa isu yang sedang digeluti sekarang ini adalah tentang perbaikan bantuan terhadap tuna wisma pada saat musim dingin. Selain itu Bagus juga menceritakan tentang apa yang membuatnya tergerak untuk ikut memperjuangkan isu ini.

Highlight pada aksi kali ini terletak pada update tentang perjuangan mewujudkan lahan hunian baru di Berlin. Tampil Ketua Masjid Al-Falah, Bang Karimi bersama E. Schilling dari Silbernetz e.V. menceritakan keanehan-keanehan yang terjadi dalam upaya pada isu ini. Di sesi ini disampaikan juga secara blak-blakan nama-nama yang selama ini memblokir upaya pembangunan gedung-gedung perumahan baru di Betonwerk Grünau. Para hadirin bersepakat bahwa krisis tempat tinggal di Berlin masih ada, dan ingin agar Bürgerplattformen terus mengupayakan terwujudnya gedung-gedung apartemen baru di Grünau.

„Sebagai bagian dari masyarakat Berlin, kita (Masjid Al-Falah IWKZ e.V.) tentu harus turut ambil bagian dalam hal-hal dan upaya-upaya yang bisa membawa Berlin ke arah yang lebih baik. Tidak hanya sebagai individu, tapi juga sebagai organisasi, sudah semestinya kita terus berusaha agar dapat memberikan dampak positif yang luas dan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang banyak. ‚Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Begitu kan sabda Nabi SAW? Dan insya Allah kebaikan yang diraih masjid juga menjadi kebaikan bagi jamaah semua.“ Begitu jawaban Bang Karimi ketika ditanya tentang motivasi keaktivannya di Bürgerplattformen.


Bürgerplattformen adalah platform kerjasama antar organisasi masyarakat. Di Bürgerplattform Wedding/Moabit sendiri terdaftar lebih dari 40 organisasi, di mana Masjid Al-Falah IWKZ e.V. termasuk di dalamnya. Sekitar ratusan organisasi lintas budaya, lintas agama, lintas kegiatan, lintas usia, yang tergabung dalam Bürgerplattformen se-Berlin. Di sini organisasi-organisasi menyingkirkan perbedaan, saling mengenal, saling mendengarkan, menemukan kesamaan-kesamaan yang menjadi perekat, sampai menyepakati dan memperjuangkan tujuan yang sama. Dalam upaya mewujudkan tujuannya Bürgerplattformen kerap bekerjasama, berkomunikasi dan berdialog dengan banyak tokoh masyarakat, politisi, pejabat, termasuk Regierender Bürgermeister Michael Müller.



 

Suasana ketika Aksi Bürgerplattformen Musim Panas Lalu–[Foto: V. Paster]

Solusi untuk Krisis Taman Kanak-kanak dan Hunian di Kota yang Tumbuh dengan Pesat
Berlin. Dalam pertemuan pada malam 18 Juni 2019, di mana senat Berlin menetapkan keputusan “Mietendeckel” sebagai usaha untuk menyelamatkan krisis tempat tinggal. Acara yang dihadiri hampir sebanyak 500 perwakilan dari sekitar 60 grup keanggotaan yang tergabung dari empat Berliner Bürgerplattformen diadakan di Grünauer Straße, tepatnya di atas area bekas pabrik beton sebesar 30 hektar di mana sebelum tahun 1990 merupakan tempat produksi “piringen metal” untuk pemukiman besar DDR.
Fokus bahasan pada malam tersebut adalah mencari solusi bagaimana organisasi masyarakat sipil mengatasi tantangan pesatnya pertumbuhan kota Berlin, terutama dalam hal ini mengenai tema penyediaan Kita (TK) dan pembangunan hunian baru.

Pemaparan Tema-tema yang Sedang Digeluti oleh Masing-masing Bürgerplattform di Berlin.-[Foto: V. Paster]

Demokrasi yang Hidup dan Keberagaman
Aksi ini merupakan bukti sekaligus perayaan akan keberagaman dan demokrasi yang hidup. Setelah menjelaskan mengenai tema pencapaian dalam bidang taman kanak-kanak dan transportasi umum, Jörg Gerasch, Pastor dari Proyek Abraham dari Bürgerplattform “Wir Bewegen Spandau” memperjelas kembali: “Ini adalah demokrasi yang hidup dan bekerja dengan baik. Ini merupakan contoh bahwa masyarakat saling bahu membahu, membangun kerja sama dengan komitmen akan sebuah tema dan bersimpati untuk mendukung hal-hal dengan tujuan yang baik, sebagaimana mestinya dalam demokrasi yang baik.”

Keberhasilan dalam Bidang Taman Kanak-Kanak
Bersama dengan Sekretaris Negara Bagian untuk Pemuda dan Keluarga, Sigrid Klebba (SPD), disampaikan keberhasilan kerjasama antara Bürgerplattformen dan Kantor Senat untuk Pendidikan, pemuda dan Keluarga yang sudah berjalan hampir selama 2 tahun. Pencapaian tersebut adalah antara lain menambahnya akses sekolah vokasi dan sekaligus menambahnya calon tenaga kerja untuk TK, dipercepatnya kesempatan untuk masuk ke dunia kerja dengan memperkuat pendidikan vokasi untuk asisten pekerja sosial dan sekolah vokasi guru TK, juga dengan kursi-kursi tambahan untuk penilaian dan penyetaraan ijazah dan sertifikat kerja luar negeri.

Perbincangan antara Ramona Herzberg (SO! MIT UNS) und Sigrid Klebba (SPD)-[Foto: V. Paster]

“Semua hal tersebut dapat diraih berkat dukungan vital dari Bürgerplattformen”, jelas Sigrid Klebba dan lanjut mengutarakan apresiasi atas “tuntutan dan pengawasan kritis dari Bürgerplattformen” yang pada akhirnya menuntun ke diskusi yang sangat konstruktif yang menimbulkan hasil yang diharapkan.

Blokade di Bidang Pembangunan Hunian Baru
Sebagai kontribusi untuk penyelesaian masalah krisis hunian di Berlin, topik terhangat dan terbesar di Berlin saat ini juga salah satu pertanyaan terpenting untuk masa depan, Berliner Bürgerplattformen telah mengembangkan sebuah model, “Model Grünauer” [i], dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat sipil, pelaku pasar serta aktor politik dan administrasi yang terorganisir bekerja sama untuk merealisasikan pemukiman perkotaan yang baru, integratif, dan beragam untuk tempat hunian, pembelajaran, dan pekerjaan.
Peran warga dalam model ini bukan sebagai penghambat (NIMBY – Not in my backyard) melainkan sebagai penggerak yang menginisiasi kerjasama dengan pelaku industri properti untuk mewujudkan hunian terjangkau yang layak, termasuk juga apartemen milik pribadi. Hampir tiga tahun yang lalu, melalui Bürgerplattformen bersama pemilik bekas pabrik beton tersebut pelaku pasar dengan model ini dapat direalisasikan.

Elke Schilling dan Karimi Al-Banjary Memaparkan Situasi Terkini terkait Usaha Mewujudkan Sejumlah Area Hunian Baru di Berlin-[Foto: V. Paster]

Dorongan terhadap gagasan umum juga terhadap realisasi konkret perumahan baru diatas lahan bekas pabrik beton yang tidak hanya menyediakan tempat untuk perumahan, tetapi juga taman kanak-kanak, sekolah, pusat komunitas dan banyak lapangan kerja baru dalam bidang perdagangan dan industri, sudah lama diusulkan oleh banyak tokoh dari masyarakat kota, ekonomi, dari kalangan yayasan sosial dari pihak politik lokal dan negara bagian dan lingkungan sekitar. Namun, pemangku kebijakan untuk pembangunan perumahan yang terjangkau di setiap distrik dan desa utamanya, merespon dengan penolakan, penghambatan, dan blokade. Elke Schilling dari Silbernetz e.V., Bürgerplattform Wir sind Da (Wedding/ Moabit) mengatakan, “Kami sebutkan saja nama-nama yang menilai pembicaraan dengan kami sebagai waktu yang sia sia, tidak berguna dan tidak terarah: Senator kota Katrin Lompscher (LINKE), walikota distrik Treptow-Köpenick Oliver Igel (SPD) dan anggota dewan distrik Rainer Hölmer (SPD).”

Berliner Bürgerplattformen bertanya: Dimanakah para pemilik lahan dan bangunan, politisi, dan pemerintah, yang berpikiran terbuka dan mendukung masyarakat sipil dalam menerapkan model seperti disebut di atas? Di mana orang-orang yang bertanggung jawab yang ingin membangun apartemen dan mengembangkan kota? Yang menginginkan orang-orang bisa datang ke Berlin dan yang tahu bahwa sebuah aksi lebih baik daripada menunggu? Karena krisis perumahan belum berakhir, bahkan dengan Mietendeckel sekalipun, para peserta menegaskan untuk tetap mendesak topik pembangunan perumahan baru.

[i] https://www.vhw.de/fileadmin/user_upload/08_publikationen/verbandszeitschrift/FWS/2018/4_2018/FWS_4_18_Richter.pdf [20.06.2019]

disadur dan diterjemahkan dari http://www.organizing-berlin.de/