Category Archives: Berita Terbaru

Kekuatan Bürgerplattformen dan Keberagamannya

By | Berita Terbaru | No Comments

Bürgerplattformen kembali mengadakan aksi besar di musim panas yang lalu. Kali ini bertempat langsung di Betonwerk Grünau, area bekas industri yang sudah lebih dari 3 tahun ini diperjuangkan oleh Bürgerplattformen Berlin untuk menjadi area pemukiman baru, di mana dapat dibangun ribuan apartemen baru sebagai salah satu solusi bagi krisis tempat hunian di Berlin sekarang ini.

Di aksi yang dihadiri oleh sekitar 500 orang dari seluruh penjuru Berlin ini, disampaikan kisah-kisah sukses Bürgerplattformen yang terbaru, juga isu-isu aktual yang sedang digarap oleh masing-masing Bürgerplattform di Berlin. Mewakili Bürgerplattform Wedding/Moabit (WIR SIND DA!), jamaah Masjid Al-Falah IWKZ e.V., Muhammad Bagus Dwi Saputra menyampaikan bahwa isu yang sedang digeluti sekarang ini adalah tentang perbaikan bantuan terhadap tuna wisma pada saat musim dingin. Selain itu Bagus juga menceritakan tentang apa yang membuatnya tergerak untuk ikut memperjuangkan isu ini.

Highlight pada aksi kali ini terletak pada update tentang perjuangan mewujudkan lahan hunian baru di Berlin. Tampil Ketua Masjid Al-Falah, Bang Karimi bersama E. Schilling dari Silbernetz e.V. menceritakan keanehan-keanehan yang terjadi dalam upaya pada isu ini. Di sesi ini disampaikan juga secara blak-blakan nama-nama yang selama ini memblokir upaya pembangunan gedung-gedung perumahan baru di Betonwerk Grünau. Para hadirin bersepakat bahwa krisis tempat tinggal di Berlin masih ada, dan ingin agar Bürgerplattformen terus mengupayakan terwujudnya gedung-gedung apartemen baru di Grünau.

„Sebagai bagian dari masyarakat Berlin, kita (Masjid Al-Falah IWKZ e.V.) tentu harus turut ambil bagian dalam hal-hal dan upaya-upaya yang bisa membawa Berlin ke arah yang lebih baik. Tidak hanya sebagai individu, tapi juga sebagai organisasi, sudah semestinya kita terus berusaha agar dapat memberikan dampak positif yang luas dan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang banyak. ‚Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Begitu kan sabda Nabi SAW? Dan insya Allah kebaikan yang diraih masjid juga menjadi kebaikan bagi jamaah semua.“ Begitu jawaban Bang Karimi ketika ditanya tentang motivasi keaktivannya di Bürgerplattformen.


Bürgerplattformen adalah platform kerjasama antar organisasi masyarakat. Di Bürgerplattform Wedding/Moabit sendiri terdaftar lebih dari 40 organisasi, di mana Masjid Al-Falah IWKZ e.V. termasuk di dalamnya. Sekitar ratusan organisasi lintas budaya, lintas agama, lintas kegiatan, lintas usia, yang tergabung dalam Bürgerplattformen se-Berlin. Di sini organisasi-organisasi menyingkirkan perbedaan, saling mengenal, saling mendengarkan, menemukan kesamaan-kesamaan yang menjadi perekat, sampai menyepakati dan memperjuangkan tujuan yang sama. Dalam upaya mewujudkan tujuannya Bürgerplattformen kerap bekerjasama, berkomunikasi dan berdialog dengan banyak tokoh masyarakat, politisi, pejabat, termasuk Regierender Bürgermeister Michael Müller.



 

Suasana ketika Aksi Bürgerplattformen Musim Panas Lalu–[Foto: V. Paster]

Solusi untuk Krisis Taman Kanak-kanak dan Hunian di Kota yang Tumbuh dengan Pesat
Berlin. Dalam pertemuan pada malam 18 Juni 2019, di mana senat Berlin menetapkan keputusan “Mietendeckel” sebagai usaha untuk menyelamatkan krisis tempat tinggal. Acara yang dihadiri hampir sebanyak 500 perwakilan dari sekitar 60 grup keanggotaan yang tergabung dari empat Berliner Bürgerplattformen diadakan di Grünauer Straße, tepatnya di atas area bekas pabrik beton sebesar 30 hektar di mana sebelum tahun 1990 merupakan tempat produksi “piringen metal” untuk pemukiman besar DDR.
Fokus bahasan pada malam tersebut adalah mencari solusi bagaimana organisasi masyarakat sipil mengatasi tantangan pesatnya pertumbuhan kota Berlin, terutama dalam hal ini mengenai tema penyediaan Kita (TK) dan pembangunan hunian baru.

Pemaparan Tema-tema yang Sedang Digeluti oleh Masing-masing Bürgerplattform di Berlin.-[Foto: V. Paster]

Demokrasi yang Hidup dan Keberagaman
Aksi ini merupakan bukti sekaligus perayaan akan keberagaman dan demokrasi yang hidup. Setelah menjelaskan mengenai tema pencapaian dalam bidang taman kanak-kanak dan transportasi umum, Jörg Gerasch, Pastor dari Proyek Abraham dari Bürgerplattform “Wir Bewegen Spandau” memperjelas kembali: “Ini adalah demokrasi yang hidup dan bekerja dengan baik. Ini merupakan contoh bahwa masyarakat saling bahu membahu, membangun kerja sama dengan komitmen akan sebuah tema dan bersimpati untuk mendukung hal-hal dengan tujuan yang baik, sebagaimana mestinya dalam demokrasi yang baik.”

Keberhasilan dalam Bidang Taman Kanak-Kanak
Bersama dengan Sekretaris Negara Bagian untuk Pemuda dan Keluarga, Sigrid Klebba (SPD), disampaikan keberhasilan kerjasama antara Bürgerplattformen dan Kantor Senat untuk Pendidikan, pemuda dan Keluarga yang sudah berjalan hampir selama 2 tahun. Pencapaian tersebut adalah antara lain menambahnya akses sekolah vokasi dan sekaligus menambahnya calon tenaga kerja untuk TK, dipercepatnya kesempatan untuk masuk ke dunia kerja dengan memperkuat pendidikan vokasi untuk asisten pekerja sosial dan sekolah vokasi guru TK, juga dengan kursi-kursi tambahan untuk penilaian dan penyetaraan ijazah dan sertifikat kerja luar negeri.

Perbincangan antara Ramona Herzberg (SO! MIT UNS) und Sigrid Klebba (SPD)-[Foto: V. Paster]

“Semua hal tersebut dapat diraih berkat dukungan vital dari Bürgerplattformen”, jelas Sigrid Klebba dan lanjut mengutarakan apresiasi atas “tuntutan dan pengawasan kritis dari Bürgerplattformen” yang pada akhirnya menuntun ke diskusi yang sangat konstruktif yang menimbulkan hasil yang diharapkan.

Blokade di Bidang Pembangunan Hunian Baru
Sebagai kontribusi untuk penyelesaian masalah krisis hunian di Berlin, topik terhangat dan terbesar di Berlin saat ini juga salah satu pertanyaan terpenting untuk masa depan, Berliner Bürgerplattformen telah mengembangkan sebuah model, “Model Grünauer” [i], dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat sipil, pelaku pasar serta aktor politik dan administrasi yang terorganisir bekerja sama untuk merealisasikan pemukiman perkotaan yang baru, integratif, dan beragam untuk tempat hunian, pembelajaran, dan pekerjaan.
Peran warga dalam model ini bukan sebagai penghambat (NIMBY – Not in my backyard) melainkan sebagai penggerak yang menginisiasi kerjasama dengan pelaku industri properti untuk mewujudkan hunian terjangkau yang layak, termasuk juga apartemen milik pribadi. Hampir tiga tahun yang lalu, melalui Bürgerplattformen bersama pemilik bekas pabrik beton tersebut pelaku pasar dengan model ini dapat direalisasikan.

Elke Schilling dan Karimi Al-Banjary Memaparkan Situasi Terkini terkait Usaha Mewujudkan Sejumlah Area Hunian Baru di Berlin-[Foto: V. Paster]

Dorongan terhadap gagasan umum juga terhadap realisasi konkret perumahan baru diatas lahan bekas pabrik beton yang tidak hanya menyediakan tempat untuk perumahan, tetapi juga taman kanak-kanak, sekolah, pusat komunitas dan banyak lapangan kerja baru dalam bidang perdagangan dan industri, sudah lama diusulkan oleh banyak tokoh dari masyarakat kota, ekonomi, dari kalangan yayasan sosial dari pihak politik lokal dan negara bagian dan lingkungan sekitar. Namun, pemangku kebijakan untuk pembangunan perumahan yang terjangkau di setiap distrik dan desa utamanya, merespon dengan penolakan, penghambatan, dan blokade. Elke Schilling dari Silbernetz e.V., Bürgerplattform Wir sind Da (Wedding/ Moabit) mengatakan, “Kami sebutkan saja nama-nama yang menilai pembicaraan dengan kami sebagai waktu yang sia sia, tidak berguna dan tidak terarah: Senator kota Katrin Lompscher (LINKE), walikota distrik Treptow-Köpenick Oliver Igel (SPD) dan anggota dewan distrik Rainer Hölmer (SPD).”

Berliner Bürgerplattformen bertanya: Dimanakah para pemilik lahan dan bangunan, politisi, dan pemerintah, yang berpikiran terbuka dan mendukung masyarakat sipil dalam menerapkan model seperti disebut di atas? Di mana orang-orang yang bertanggung jawab yang ingin membangun apartemen dan mengembangkan kota? Yang menginginkan orang-orang bisa datang ke Berlin dan yang tahu bahwa sebuah aksi lebih baik daripada menunggu? Karena krisis perumahan belum berakhir, bahkan dengan Mietendeckel sekalipun, para peserta menegaskan untuk tetap mendesak topik pembangunan perumahan baru.

[i] https://www.vhw.de/fileadmin/user_upload/08_publikationen/verbandszeitschrift/FWS/2018/4_2018/FWS_4_18_Richter.pdf [20.06.2019]

disadur dan diterjemahkan dari http://www.organizing-berlin.de/

Penggalangan Dana PRS (Food Stand) di IZDB e.V. dan Kemerdekaan HUT RI ke-74

By | Berita Terbaru | No Comments

Panitia Proyek Rumah Surga (PRS) menggalang dana dalam bentuk Food Stand untuk pembelian gedung Masjid Indonesia di Jerman dan juga untuk memperkenalkan proyek ini kepada seluruh elemen masyarakat yang berada di Jerman secara umum, khususnya masyarakat muslim di Berlin. Selain itu dalam Stand PRS juga disediakan info tentang proyek ini dalam bentuk poster dan kotak amal bagi siapapun yang ingin menyumbang.

Food Stand PRS hadir pertama kali di acara Straßenfest (family street party) yang diadakan oleh IZDB e.V (Interkulturelles Zentrum für Dialog und Bildung e.V)  pada tanggal 10 Agustus 2019. Acara ini berlangsung setelah sholat Idul Adha hingga pukul 17:00 sebagai bentuk perayaan hari raya Idul Adha. Di sini tim stand PRS menjual Sate Ayam dengan bumbu kacang dan dijual dengan harga 4,00€ per porsi. 

Selain itu Food Stand PRS juga hadir di Pesta Rakyat dalam rangka merayakan HUT RI yang ke 74. Pesta Rakyat diadakan di kediaman Duta Besar Indonesia di Berlin pada tanggal 17 Agustus 2019. Kali ini Food Stand PRS menjual Sate Padang dan Soto Padang dengan harga masing 6,00€, Bolu Karamel seharga 1,50€ dan Es Mambo seharga 1,00€ untuk setiap rasanya.

Ibu-ibu menyumbang makanan, para pemuda dan pemudi yang menjaga stand hingga mempersiapkan dan membereskan logistik. Banyak pengunjung yang hadir dalam acara dari berbagai negara ikut membeli makanan dan cemilan. Kedua Food Stand berlangsung dengan lancar dan semua makanan terjual sampai habis.

 

Proyek Rumah Surga (PRS) – Infaq terbaik anda untuk Masjid Al-Falah

By | Berita Terbaru | No Comments

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Masjid Al-Falah Berlin adalah masjid Indonesia di Berlin yang mempunyai fungsi sebagai tempat sholat berjama’ah dan melakukan ibadah lainnya. Selain itu, masjid Al-Falah juga menjadi pusat kegiatan masyarakat Indonesia seperti kajian keislaman, kebudayaan, belajar mengajar ilmu pengatahuan umum, TPA dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, jama’ah Indonesia di Berlin semakin banyak. Namun dengan kondisi masih menyewa flat/apartement yang tidak mampu lagi menampung banyaknya jama’ah, maka pencarian gedung baru yang lebih luas dan bersifat permanen sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, IWKZ e.V mengadakan penggalangan dana untuk pembelian gedung Masjid Al-Falah Berlin. Dalam waktu dekat ini dibutuhkan dana 600.000€ (Rp. 9.600.000.000) sebagai uang muka pembelian gedung.

Yuk, salurkan infaq terbaik anda untuk mewujudkan masjid Al Falah Berlin melalui:
IWKZ e.V.
DB Privat-und Firmenkundenbank AG
IBAN: DE22 1001 0010 0016647102
BIC/SWIFT: PBNKDEFFXX

Transfer Nasional
Bank Mandiri 105 00121 34957
a.n. Harisya Qisthi Nandini

Paypal: proyekrumahsurga@iwkz.de

Semoga infaq yang diberikan menjadi salah satu amal jariyah dan investasi di surga nanti, insyaa Allah.

Selengkapnya di www.prs.iwkz.de

Seminar Science For Indonesia (SCIFI) : Revolusi Industri 4.0, Apakah Indonesia Sudah Siap?

By | Berita Terbaru | No Comments

Industri 4.0 yang lekat dengan istilah Artificial intelligent, internet of Things, maupun Smart City ini merupakan revolusi Industri keempat dan berfokus pada transformasi digital. Menggabungkan teknologi IT, Mekanik dan Elektroteknik, revolusi Industri 4.0 belakangan mulai menjadi topik hangat dalam bidang teknologi industri sejak dihembuskan pada tahun 2011 silam dalam Hannover Fair di Jerman. Khususnya bagi Indonesia revolusi Industri ini menjadi momen penting untuk mengejar puluhan tahun ketertinggalan dalam bidang teknologi industri yang akhirnya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia hingga ke sektor terkecil, karena melalui perkembangan industri ini akan memberikan kesempatan lebih besar bagi perusahaan start up, dan mempermudah transfer teknologi dan produksi masal. Perkembangan ini terlihat begitu menjanjikan bagi masa depan Indonesia, namun di sisi lain, muncul pertanyaan: apakah Indonesia sebenarnya sudah siap untuk melakukan loncatan besar ini. Apakah Indonesia sudah siap menanggung segala dampak sosial ekonomi maupun politik, seperti meningkatnya pengangguran akibat otomatisasi Industri, penurunan jumlah pembayar pajak yang artinya berkurangnya anggaran negara, belum lagi mempertimbangkan masih rendahnya tenaga ahli dan keamanan sistem IT.

Untuk menjawab pertanyaan besar ini, IWKZ Wissenschaft mengundang Prof. Hendro Wicaksono, Profesor dalam bidang Teknik Industri yang merupakan ketua grup penelitian INDEED di Jacobs University Bremen, untuk menjadi narasumber acara seminar SCIFI yang diadakan pada 23 Juni 2019. Dalam presentasinya Prof. Hendro menyampaikan bahwa beberapa pemilihan fokus sektor industri oleh pemerintah yaitu sektor otomotif, elektronik dan kimia kurang tepat sasaran, karena industri tersebut bukan merupakan potensi Industri utama di Indonesia. Prof. Hendro justru menyarankan untuk memfokuskan perkembangan industri 4.0 pada sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan renewable energy, karena sektor-sektor ini lebih berdampak luas pada masyarakat terutama masyarakat pedesaan/daerah, serta mengoptimalkan nilai tambah dan efisinsi sumber daya alam pokok Indonesia, juga pengoptimalan peran elemen masyarakat melalui kolaborasi dalam ekosistem. Melalui sektor-sektor tersebut akhirnya akan tercapai peningkatan human skill (bukan human strength) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan terutama membawa Indonesia menjadi leader dalam bidangnya. Selanjutnya, disampaikan oleh Prof. Hendro, peningkatan pendidikan dalam bidang Teknik, enterpreneurship, dan adaptive learning (pembelajaran adaptif) merupakan kunci dari percepatan pertumbuhan Industri Indonesia.

Pada akhirnya, bangsa Indonesia sendiri yang memutuskan dampak seperti apa yang akan dihadapi, namun Indonesia sudah memiliki potensi saing dalam indutri 4.0 ini. Melalui sinergi antar pemerintah, tenaga ahli dan masyarakat desa, start up digital juga UMKM, diiringi dengan pengadaan regulasi digital, kita berharap dengan diterapkannya sistem Industri 4.0 ini mampu mendongkak laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.

Seminar HDMI: Grundlage zum Vortrag

By | Berita Terbaru | No Comments

Berbicara di depan publik tentu bukan hal yang mudah. Khususnya bagi para mahasiswa perantau, tuntutan untuk mampu berbicara di depan publik dengan lugas dan jelas dalam bahasa asing menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya materi, mental dan kreativitas pun diuji dalam hal ini.

Melihat kecakapan untuk berbicara di depan umum merupakan kebutuhan yang begitu krusial bagi para mahasiswa, tim IWKZ Wissenschaft berinisiasi untuk mengadakan pelatihan dasar-dasar presentasi bagi mahasiswa Indonesia di Berlin yang akan segera menghadapi sidang skripsi ataupun presentasi perkuliahan. Di sini peserta diberikan pengarahan mengenai pemilihan tema, tips penulisan, pengolahan dan penyampaian materi, hal-hal teknis yang harus diketahui sebelum presentasi seperti besar ruangan dan pencahayaan, hingga bagaimana mengelola rasa nervous di depan panggung. Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta mampu mengembangkan kapasitas diri untuk berbicara di depan publik. Untuk selanjutnya tim IWKZ Wissenschaft akan menyediakan forum latihan dan simulasi bagi mahasiswa yang akan maju presentasi dengan menguji kesiapan materi serta mendapatkan kritik membangun dari para audiens.

 

Partisipasi IWKZ e.V. dalam acara Internationale Küche für internationale Nothilfe (Dapur internasional untuk bantuan darurat internasional)

By | Berita Terbaru | No Comments

30 Maret 2019 lalu, organisasi Islamic Relief Deutschland mengadakan acara Internationale Küche für internationale Nothilfe sebagai bentuk penggalangan dana untuk amal dan juga kemanusiaan. Acara ini juga menjadi ajang memperkenalkan kuliner halal dari berbagai belahan dunia. Selain stand makanan khas Indonesia oleh IWKZ e.V., ada juga stand dari Turki, Meksiko, Perancis, Amerika, Sudan, Korea dan Pakistan.

Panitia stand Indonesia sebanyak 16 orang, walaupun dibentuk hanya H-7 acara dan bersamaan dengan periode ujian kebanyakan panitia, acara berjalan lancar. Stand Indonesia pun mendapat pujian langsung dari representasi Islamic Relief Deutschland sebagai stand dengan dekorasi paling meriah dan juga ramai dikunjungi.  Makanan dari stand Indonesia habis dan laku keras. Rendang menjadi menu terlaris di samping makanan lainnya seperti Ayam Balado, sayur tempe, gorengan, Lumpia, dan Onde-onde.

 

Verbesserung des Hilfsangebotes für Obdachlose bei Bürgerplattform

By | Berita Terbaru | No Comments

Selasa, 13 November 2018 IWKZ e.V. ikut menghadiri acara Aktionstreffen yang diselenggarakan oleh Bürgerplattform Wedding/Moabit di Revo Kirche Moabit. Acara kali ini mengupas kembali bagaimana kita menangani masalah para Tunawisma di Berlin dengan menggunakan data analisis sehingga diplomasi yang dilakukan tepat sasaran.

Ada 4 poin besar yang akan dilakukan Aktionsteam, yaitu:

  1. Interview dengan para Ketua tempat penginapan di Berlin untuk mencari hunian yang memungkinkan bagi Tunawisma
  2. Wawancara dengan para Tunawisma Berlin
  3. Membuat janji dengan setiap Individu dari berbagai wilayah
  4. Mendata secara statistik dari BVV tentang Obdachlosigkeit di Berlin

Kita semua berharap hal ini bisa membantu memperbaiki masalah Obdachlose yang ada di Berlin.

Kegiatan Belajar Mengajar „Tutorium“ di Masjid Al-Falah

By | Berita Terbaru | No Comments

Bulan November, Berlin mulai memasuki awal musim dingin. Terlihat dari pohon-pohon yang mulai tidak berdaun dan juga malam yang semakin cepat tiba. Walau matahari kini terbenam jam 4 lewat, Masjid Al-Falah tetap didatangi para pelajar yang ikut Tutorium.

Hari Senin, jadwal belajar matematika jurusan ekonomi. Sekitar waktu maghrib dan isya, Tutorium kali ini dimulai jam 17:30. „Kali ini Tutoriumnya untuk persiapan FSP, karena sudah sebentar lagi“ jelas Firda, mahasiswi matematika bisnis yang mengajar pada hari itu. FSP adalah ujian kelulusan Studienkolleg yang harus dilalui hampir semua mahasiswa perantau di jerman. Selain itu, Tutorium juga mempunyai kelas persiapan ANP yaitu tes masuk Studienkolleg, dan juga menjadi perantara beberapa pelajaran kuliah yang sifatnya on demand.

           

Tutorium sudah menjadi ajang untuk kegiatan belajar dan mengajar yang rutin diadakan selama bertahun-tahun. Karena peminatnya terus ada yaitu pelajar Indonesia yang merantau ke Jerman. Semoga IWKZ e.V. dapat terus berkontribusi dalam bidang pendidikan baik dengan Tutorium, maupun berbagai kegiatan lainnya.

Acara Sate Somay 2018 berlangsung ramai di Berlin

By | Berita Terbaru | No Comments

Salah satu acara tahunan menarik bagi para perantau Indonesia yang menetap di Jerman, Sate Somay atau biasa disebut SaSo, kembali diselenggarakan di Berlin oleh IWKZ e.V. pada tanggal 7 Oktober 2018 lalu.

SaSo kembali menyuguhkan berbagai makanan khas Indonesia yang kerap dirindukan oleh para pecintanya, apalagi jauh dari tanah air. Mulai dari Sate dan Somay yang menjadi namanya, ada banyak makanan lain seperti pempek dan bakso. Pada acara ini terdapat juga photobooth, doorprize dan lukisan wajah yang bisa diikuti oleh para pengunjung.

       

Berbagai komunitas pun ikut serta dalam meramaikan acara. Ada stand KMB dari Keluarga Minang Berlin, juga Paguyuban Pasundan dengan makanan-makanan khas dari daerah masing-masing.

Walaupun SaSo tahun ini berpindah tempat dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu di Rathenowerstr. 16, SaSo tetap ramai dengan pengunjung. Bukan hanya dari Berlin, tapi juga dari berbagai kota di jerman. SaSo menjadi ajang silaturrahmi dengan teman lama yang sudah berbeda kota, dan juga berkenalan dengan teman-teman baru dari kota-kota lain.

               

Workshop Pernikahan-Memupuk Cinta dalam Rumah Tangga

By | Berita Terbaru | No Comments

Tanggal 3-4 November 2018 lalu IWKZ e.V. bersama dengan Kharisma Woman and Education mengadakan seminar pernikahan dengan Bapak Cahyadi Takariawan beserta sang Istri, yaitu Ida Nur Laela sebagai narasumber utama acara. Workshop ini berlangsung selama 2 hari dengan tema yang berbeda.

Hari pertama adalah Seminar Pra-Nikah dengan judul Antara Aku, Kau dan DIA yang ditujukan bagi siapa saja yang belum berkeluarga dan ingin mengetahui bagaimana kita sebagai seorang muslim dalam memilih pasangan hidup, serta bagaimana sebaiknya kita membangun rumah tangga yang nyaman dan sesuai dengan norma-norma agama. Acara pada hari pertama berlangsung pukul 14.30-19.00 CET di Masjid Al-Falah IWKZ e.V.

Sesuai dengan judul workshop, yaitu Mengelola Konflik dan Mengukuhkan Cinta, seminar hari kedua ini lebih diprioritaskan untuk pasangan yang sudah menikah dan berkeluarga. Acara yang diadakan di A&O Hotel Berlin ini berlangsung sangat antusias dan penuh semangat dari para peserta. Bagi sebagian peserta, terutama pasangan suami-istri yang baru masuk dalam lingkup rumah tangga, tentulah acara seperti ini memberikan tambahan ilmu dan wawasan baru untuk membekali rumah tangga mereka agar lebih menyenangkan dalam menjalaninya. ”Dari workshop kali ini saya belajar bahwa setiap orang mempunyai bahasa cinta yang berbeda-beda, dan saya juga baru menyadari bahasa cinta saya dan suami saya. Dengan memahami bahasa cinta pasangan kita, kita bisa lebih mudah mengekspresikan perasaan dan mengkomunikasikan pemikiran serta perkataan kita. Dengan begitu, kesejiwaan terhadap pasangan juga akan timbul dalam kehidupan rumah tangga kita.” ungkap salah seorang peserta seminar sore itu.