All posts by Shofa Tazkia

Proyek Rumah Surga (PRS) – Infaq terbaik anda untuk Masjid Al-Falah

By | Berita Terbaru | No Comments

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Masjid Al-Falah Berlin adalah masjid Indonesia di Berlin yang mempunyai fungsi sebagai tempat sholat berjama’ah dan melakukan ibadah lainnya. Selain itu, masjid Al-Falah juga menjadi pusat kegiatan masyarakat Indonesia seperti kajian keislaman, kebudayaan, belajar mengajar ilmu pengatahuan umum, TPA dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, jama’ah Indonesia di Berlin semakin banyak. Namun dengan kondisi masih menyewa flat/apartement yang tidak mampu lagi menampung banyaknya jama’ah, maka pencarian gedung baru yang lebih luas dan bersifat permanen sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, IWKZ e.V mengadakan penggalangan dana untuk pembelian gedung Masjid Al-Falah Berlin. Dalam waktu dekat ini dibutuhkan dana 600.000€ (Rp. 9.600.000.000) sebagai uang muka pembelian gedung.

Yuk, salurkan infaq terbaik anda untuk mewujudkan masjid Al Falah Berlin melalui:
IWKZ e.V.
DB Privat-und Firmenkundenbank AG
IBAN: DE22 1001 0010 0016647102
BIC/SWIFT: PBNKDEFFXX

Transfer Nasional
Bank Mandiri 105 00121 34957
a.n. Harisya Qisthi Nandini

Paypal: proyekrumahsurga@iwkz.de

Semoga infaq yang diberikan menjadi salah satu amal jariyah dan investasi di surga nanti, insyaa Allah.

Selengkapnya di www.prs.iwkz.de

Seminar Science For Indonesia (SCIFI) : Revolusi Industri 4.0, Apakah Indonesia Sudah Siap?

By | Berita Terbaru | No Comments

Industri 4.0 yang lekat dengan istilah Artificial intelligent, internet of Things, maupun Smart City ini merupakan revolusi Industri keempat dan berfokus pada transformasi digital. Menggabungkan teknologi IT, Mekanik dan Elektroteknik, revolusi Industri 4.0 belakangan mulai menjadi topik hangat dalam bidang teknologi industri sejak dihembuskan pada tahun 2011 silam dalam Hannover Fair di Jerman. Khususnya bagi Indonesia revolusi Industri ini menjadi momen penting untuk mengejar puluhan tahun ketertinggalan dalam bidang teknologi industri yang akhirnya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia hingga ke sektor terkecil, karena melalui perkembangan industri ini akan memberikan kesempatan lebih besar bagi perusahaan start up, dan mempermudah transfer teknologi dan produksi masal. Perkembangan ini terlihat begitu menjanjikan bagi masa depan Indonesia, namun di sisi lain, muncul pertanyaan: apakah Indonesia sebenarnya sudah siap untuk melakukan loncatan besar ini. Apakah Indonesia sudah siap menanggung segala dampak sosial ekonomi maupun politik, seperti meningkatnya pengangguran akibat otomatisasi Industri, penurunan jumlah pembayar pajak yang artinya berkurangnya anggaran negara, belum lagi mempertimbangkan masih rendahnya tenaga ahli dan keamanan sistem IT.

Untuk menjawab pertanyaan besar ini, IWKZ Wissenschaft mengundang Prof. Hendro Wicaksono, Profesor dalam bidang Teknik Industri yang merupakan ketua grup penelitian INDEED di Jacobs University Bremen, untuk menjadi narasumber acara seminar SCIFI yang diadakan pada 23 Juni 2019. Dalam presentasinya Prof. Hendro menyampaikan bahwa beberapa pemilihan fokus sektor industri oleh pemerintah yaitu sektor otomotif, elektronik dan kimia kurang tepat sasaran, karena industri tersebut bukan merupakan potensi Industri utama di Indonesia. Prof. Hendro justru menyarankan untuk memfokuskan perkembangan industri 4.0 pada sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan renewable energy, karena sektor-sektor ini lebih berdampak luas pada masyarakat terutama masyarakat pedesaan/daerah, serta mengoptimalkan nilai tambah dan efisinsi sumber daya alam pokok Indonesia, juga pengoptimalan peran elemen masyarakat melalui kolaborasi dalam ekosistem. Melalui sektor-sektor tersebut akhirnya akan tercapai peningkatan human skill (bukan human strength) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan terutama membawa Indonesia menjadi leader dalam bidangnya. Selanjutnya, disampaikan oleh Prof. Hendro, peningkatan pendidikan dalam bidang Teknik, enterpreneurship, dan adaptive learning (pembelajaran adaptif) merupakan kunci dari percepatan pertumbuhan Industri Indonesia.

Pada akhirnya, bangsa Indonesia sendiri yang memutuskan dampak seperti apa yang akan dihadapi, namun Indonesia sudah memiliki potensi saing dalam indutri 4.0 ini. Melalui sinergi antar pemerintah, tenaga ahli dan masyarakat desa, start up digital juga UMKM, diiringi dengan pengadaan regulasi digital, kita berharap dengan diterapkannya sistem Industri 4.0 ini mampu mendongkak laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.

Seminar HDMI: Grundlage zum Vortrag

By | Berita Terbaru | No Comments

Berbicara di depan publik tentu bukan hal yang mudah. Khususnya bagi para mahasiswa perantau, tuntutan untuk mampu berbicara di depan publik dengan lugas dan jelas dalam bahasa asing menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya materi, mental dan kreativitas pun diuji dalam hal ini.

Melihat kecakapan untuk berbicara di depan umum merupakan kebutuhan yang begitu krusial bagi para mahasiswa, tim IWKZ Wissenschaft berinisiasi untuk mengadakan pelatihan dasar-dasar presentasi bagi mahasiswa Indonesia di Berlin yang akan segera menghadapi sidang skripsi ataupun presentasi perkuliahan. Di sini peserta diberikan pengarahan mengenai pemilihan tema, tips penulisan, pengolahan dan penyampaian materi, hal-hal teknis yang harus diketahui sebelum presentasi seperti besar ruangan dan pencahayaan, hingga bagaimana mengelola rasa nervous di depan panggung. Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta mampu mengembangkan kapasitas diri untuk berbicara di depan publik. Untuk selanjutnya tim IWKZ Wissenschaft akan menyediakan forum latihan dan simulasi bagi mahasiswa yang akan maju presentasi dengan menguji kesiapan materi serta mendapatkan kritik membangun dari para audiens.

 

Partisipasi IWKZ e.V. dalam acara Internationale Küche für internationale Nothilfe (Dapur internasional untuk bantuan darurat internasional)

By | Berita Terbaru | No Comments

30 Maret 2019 lalu, organisasi Islamic Relief Deutschland mengadakan acara Internationale Küche für internationale Nothilfe sebagai bentuk penggalangan dana untuk amal dan juga kemanusiaan. Acara ini juga menjadi ajang memperkenalkan kuliner halal dari berbagai belahan dunia. Selain stand makanan khas Indonesia oleh IWKZ e.V., ada juga stand dari Turki, Meksiko, Perancis, Amerika, Sudan, Korea dan Pakistan.

Panitia stand Indonesia sebanyak 16 orang, walaupun dibentuk hanya H-7 acara dan bersamaan dengan periode ujian kebanyakan panitia, acara berjalan lancar. Stand Indonesia pun mendapat pujian langsung dari representasi Islamic Relief Deutschland sebagai stand dengan dekorasi paling meriah dan juga ramai dikunjungi.  Makanan dari stand Indonesia habis dan laku keras. Rendang menjadi menu terlaris di samping makanan lainnya seperti Ayam Balado, sayur tempe, gorengan, Lumpia, dan Onde-onde.

 

Kegiatan Belajar Mengajar „Tutorium“ di Masjid Al-Falah

By | Berita Terbaru | No Comments

Bulan November, Berlin mulai memasuki awal musim dingin. Terlihat dari pohon-pohon yang mulai tidak berdaun dan juga malam yang semakin cepat tiba. Walau matahari kini terbenam jam 4 lewat, Masjid Al-Falah tetap didatangi para pelajar yang ikut Tutorium.

Hari Senin, jadwal belajar matematika jurusan ekonomi. Sekitar waktu maghrib dan isya, Tutorium kali ini dimulai jam 17:30. „Kali ini Tutoriumnya untuk persiapan FSP, karena sudah sebentar lagi“ jelas Firda, mahasiswi matematika bisnis yang mengajar pada hari itu. FSP adalah ujian kelulusan Studienkolleg yang harus dilalui hampir semua mahasiswa perantau di jerman. Selain itu, Tutorium juga mempunyai kelas persiapan ANP yaitu tes masuk Studienkolleg, dan juga menjadi perantara beberapa pelajaran kuliah yang sifatnya on demand.

           

Tutorium sudah menjadi ajang untuk kegiatan belajar dan mengajar yang rutin diadakan selama bertahun-tahun. Karena peminatnya terus ada yaitu pelajar Indonesia yang merantau ke Jerman. Semoga IWKZ e.V. dapat terus berkontribusi dalam bidang pendidikan baik dengan Tutorium, maupun berbagai kegiatan lainnya.

Acara Sate Somay 2018 berlangsung ramai di Berlin

By | Berita Terbaru | No Comments

Salah satu acara tahunan menarik bagi para perantau Indonesia yang menetap di Jerman, Sate Somay atau biasa disebut SaSo, kembali diselenggarakan di Berlin oleh IWKZ e.V. pada tanggal 7 Oktober 2018 lalu.

SaSo kembali menyuguhkan berbagai makanan khas Indonesia yang kerap dirindukan oleh para pecintanya, apalagi jauh dari tanah air. Mulai dari Sate dan Somay yang menjadi namanya, ada banyak makanan lain seperti pempek dan bakso. Pada acara ini terdapat juga photobooth, doorprize dan lukisan wajah yang bisa diikuti oleh para pengunjung.

       

Berbagai komunitas pun ikut serta dalam meramaikan acara. Ada stand KMB dari Keluarga Minang Berlin, juga Paguyuban Pasundan dengan makanan-makanan khas dari daerah masing-masing.

Walaupun SaSo tahun ini berpindah tempat dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu di Rathenowerstr. 16, SaSo tetap ramai dengan pengunjung. Bukan hanya dari Berlin, tapi juga dari berbagai kota di jerman. SaSo menjadi ajang silaturrahmi dengan teman lama yang sudah berbeda kota, dan juga berkenalan dengan teman-teman baru dari kota-kota lain.

               

Tari Saman di Leipzig dan Kiel

By | Berita Terbaru | No Comments

Tari saman dari seni budaya IWKZ e.V. kembali menunjukkan kebolehannya di panggung Jerman. Kali ini penampilan diadakan di kota Leipzig dan Kiel.

Pada tanggal 29 April 2018 lalu, dalam acara Act of Bhinneka yang diselenggarakan PPI Leipzig, Saman IWKZ ikut memeriahkan acara dengan membawakan tarian tradisional aceh dengan lirik-lirik islami. Dengan tujuan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Leipzig, dan juga mempererat hubungan antar warga Negara Indonesia dan warga asing. Acara ini diikuti oleh 75% orang asli jerman dan 25% orang indonesia. Warga negara asing pun turut ikut memeriahkan acara dengan membawakan lagu Indonesia.

Acara Indonesische Abend yang diadakan di Kiel pada 12 Mei 2018, didatangi sekitar 20%…pengunjung Indonesia dan juga 80% Pengunjung asing. Saman IWKZ ikut berpartisipasi pada sore hari. Selain Saman, ada juga berbagai macam tarian seperti tari merak, tari cendrawasih, dan tari tor-tor dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami sangat senang dan merasa bangga bisa ikut andil dalam acara yang bertujuan nutuk memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat asing. Kedepannya kami berharap tim Saman ini bisa berkontribusi lebih lagi di dalam internal organisasi IWKZ sendiri maupun diluar ”, ujar ketua Saman IWKZ mengenai pendapatnya tentang tari saman.

WIR BEWEGEN SPANDAU – Peresmian Bürgerplattform Spandau

By | Berita Terbaru | 33 Comments

 

Komunitas terorganisir Bürgerplattform untuk wilayah Berlin-Spandau telah diresmikan di Kant Gymnasium pada hari Kamis malam, 22 Maret 2018 kemarin. Acara ini dihadiri lebih dari 450 orang dari berbagai komunitas lintas agama dan budaya di Berlin.

Bezirkbürgermeister von Spandau, Helmut Kleebank (SPD) dan Ketua Himpunan Organisasi Penerbangan yang menjadi sponsor finansial perhimpunan tersebut juga ikut hadir dalam acara.

Bürgerplattform Spandau yang mengangkat motto “Wir bewegen Spandau” akan bekerja untuk memperbaiki kualitas hidup sosial kemasyarakatan di wilayah Spandau, Berlin. Perhimpunan ini mengangkat tema tentang transportasi dan sarana ruang publik sebagai tema bahasan yang akan dikerjakan dalam waktu dekat ini.

Bürgerplattform Spandau sendiri merupakan bagian dari Berliner Bürgerplattformen yang telah didirikan di wilayah Süd-Ost, Wedding-Moabit, dan Neukölln. Bentuk community organizing ini telah banyak didirikan di beberapa negara lainnya, seperti di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Italia.

Masjid Al-Falah IWKZ e.V. merupakan bagian aktif dari Bürgerplattform di Berlin. Dan pada acara tersebut, Dr. Dimas Abdirama selaku perwakilan Masjid Al-Falah IWKZ e.V. dari Sub Bidang Humas, turut tampil di atas panggung. Beliau berdiri bukan hanya sebagai perwakilan Masjid Al-Falah IWKZ e. V, melainkan juga sebagai perwakilah dari 30 organisasi lainnya yang terhimpun di Bürgerplattform Wedding-Moabit. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan apa saja keuntungan dari bergabung di Bürgerplattform, serta menceritakan pengalaman Masjid Al-Falah IWKZ e.V. dalam menangani kasus keimigrasian di Ausländerbehörde silam.

Dua pemuda eropa memeluk islam di Masjid Al-Falah

By | Berita Terbaru | 23 Comments

Isu-isu islamophobia yang sedang panas di Benua Eropa, khususnya negara Jerman akhir-akhir ini sepertinya tidak meredupkan cahaya islam.

Pada tanggal 16.02.18, lelaki berkebangsaan itali yang bernama Merati Mauro ini, resmi memeluk agama islam sebagai pedoman hidupnya. Kali ini IWKz e. V. berkesempatan menjadi saksi atas momen bahagia tersebut.

Kurang dari sebulan peristiwa bahagia serupa juga kembali terjadi. Pada tanggal 10 Maret 2018 kemarin tepatnya pukul 11.00 CET, seorang pria asal Jerman, Ralph Förster, telah bersyahadat sebagai bukti keislamannya. Pria yang belajar di Organisasi orang cacat ini mengatakan mulai tertarik dengan islam melalui calon istrinya. Ia merasa senang saat belajar islam dan selalu ingin tahu lebih dalam tentang agama barunya ini. Tentunya peristiwa ini menjadi suatu hal yang menghangatkan hati kita semua atas bertambahnya saudara muslim kita. Semoga kedua saudara kita ini selalu diistiqamahkan dalam islam dan semoga hal ini juga bisa menjadi pemacu kita, agar berlomba-lomba untuk menjadi muslim yang lebih baik lagi untuk kedepannya.

Guter Start in Deutschland 2018

By | Berita Terbaru | No Comments

Guter Start in Deutschland (GSID) merupakan acara tahunan IWKZ bekerja sama dengan KBRI Berlin yang ditujukan kepada siswa-siswi yang baru saja datang ke Jerman. Mereka diajak untuk lebih mengetahui realita kehidupan di Jerman. Tidak hanya sharing pengalaman dari kakak-kakak kelas yang tergabung dalam acara inti, tetapi siswa-siswi peserta juga mendapat informasi mengenai fungsi dari KBRI Berlin serta organisasi masyarakat yang ada di Berlin. Peserta juga dapat melakukan LaDi (Lapor Diri) pada acara ini.

Pada tanggal 3 Februari 2018 atau 17 Jumadal Ula 1439 telah terlaksana acara Guter Start in Deutschland di aula KBRI Berlin yang dihadiri oleh kurang lebih 95 orang. Pada awal acara para peserta diajak untuk mengetahui lebih dalam mengenai beberapa fungsi KBRI yakni Pendidikan dan Kebudayaan, Keimigrasian, serta Protokol & Konsuler. Perwakilan tiap organisasi bergiliran menjelaskan kegiatannya masing-masing.

Untuk kesempatan kali ini, acara inti GSID 2018 disampaikan oleh Ebin Ardiansyah, mahasiswa Bachelor TU Berlin dengan program studi Energie- und Prozesstechnik, dan Tera Dyah Ayu Amari, mahasiswi Universitätsmedizin Charité dengan program studi Humanmedizin. Mereka berbagi kepada para peserta tentang pengalaman mereka selama studi di Jerman. Tidak hanya memberikan gambaran tantangan dan rintangan studi di Jerman, tetapi mereka juga memberikan tips-tips yang dapat menjadi jalan keluar untuk masalah-masalah yang biasa dialami oleh mahasiswa Indonesia di Jerman.

Acara berakhir pada pukul 17.30 CET yang ditutup dengan berfoto bersama seluruh panitia dan peserta.