All posts by Syarifah

TAMAM Projekt 9. Arbeitssitzung : Museum

By | Berita Terbaru | No Comments

Pertemuan proyek TAMAM berkala yang merupakan kerjasama antara Museum für islamische Kunst dan 13 Moscheegemeinde Berlin kembali diadakan di Burgh-Pascha-Saal pada hari Sabtu, 28 April 2018 silam.

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan partisipasi muslim dalam melestarikan peninggalan islam serta menambah pengetahuan tentang museum dan peninggalan islam itu sendiri melalui objek yang disediakan oleh Museum für islamische Kunst.

Pengujian material pembelajaran yang menarik serta edukatif, yang telah dibentuk oleh tim dari Museum für islamische Kunst bersama dengan Moscheegemeinde merupakan fokus utama dari pertemuan ini. Material tersebut nantinya akan dipublikasikan di website TAMAM agar bisa dinikmati oleh khalayak umum.

Sesuai tema material dalam pertemuan kali ini, yaitu ”Museum”, peserta mendapat bayangan bagaimana sebuah pameran terbentuk dan bagaimana informasi tentang sebuah objek museum dapat diperoleh. Perwakilan IWKZ e.V., Afifah N. Pribadi turut serta berpartisipasi dan berkontribusi dalam pertemuan ini.

Seluruh dokumentasi dan informasi yang terkait dengan TAMAM dapat dilihat langsung di https://tamam-projekt.de/ atau di laman  facebook: TAMAM-Das Bildungsprojekt von Moscheen mit dem Museum für islamische Kunst.

 

Safari Dakwah Bersama BUYA YAHYA

By | Berita Terbaru | No Comments

Dalam memperingati Isra’ Mi’raj tahun ini, IWKZ e.V. mengundang Buya Yahya sebagai Penceramah dalam acara. Acara diadakan hari Selasa, 01 Mei 2018 di KBRI yang dibuka dengan Shalawat Burdah bersama masyarakat Indonesia sekitar. TPA Ceria Al-Falah juga ikut memeriahkan acara. Selain untuk mengingat kembali peristiwa Isra’ Mi’raj, acara ini juga diadakan sebagai tempat silaturahmi antar sesama muslim Indonesia di Berlin.

Acara kali ini bertemakan ”Membangun Kehidupan Islam Rahmatan Lil’Alamin Secara Kaffah” yang disampaikan oleh Buya Yahya. Dengan tema tersebut Buya Yahya menyinggung tentang hubungan kita dengan sesama manusia.

”Jangan hanya memperbaiki hubungan kita kepada Allah, tetapi juga terhadap sesama manusia. Terutama kepada orang tua kita.” ungkap beliau.  Dalam ceramah kali ini Buya Yahya mengingatkan kembali agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan orang tua kita. karena sesungguhnya ridho Allah ada pada ridho orang tua.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Buya Yahya. Tangis haru para jamaah ikut menyelimuti ruangan saat itu. Semoga dengan adanya acara kali ini dapat meningkatkan iman kita dan juga megingatkan bakti kita terhadap orang tua dimana pun kita berada.

LDK Pengurus IWKZ.e.V 2018

By | Berita Terbaru | No Comments

Pada tanggal 14-15 April 2018 lalu IWKZ e.V. mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang berlangsung di KBRI Berlin untuk seluruh pengurus baru Masjid Al-Falah IWKZ e.V.

Tema dari LDK ini adalah membentuk pribadi yang berkualitas secara mental, intelektual dan spiritual. Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan pendalaman materi tentang LDK, meningkatkan kemampuan diri dalam berorganisasi, pengkaderan dan persiapan dalam regenerasi, dan meningkatkan hubungan silaturahmi antara pengurus IWKZ e.V. itu sendiri.

Acara dimulai dengan penyampaian sejarah IWKZ sejak PPME Den Haag tahun 1973 hingga saat ini. Isi acara berupa Seminar, Workshop, dan Team Building. Seminar sendiri terbagi menjadi 3, yaitu: Intelektual, Mental, dan Spiritual. Seminar Intelektual bertujuan mengenalkan kerangka kepengurusan, Jobdesk tiap divisi, bagaimana sistem organisasi IWKZ bergerak, dsb. Sedangkan untuk seminar mental mencakup profesionalitas, self-confidence, manajemen waktu, dan manajemen konflik. Manajemen islami dan organisasi dalam islam merupakan contoh yang dibahas dalam seminar spiritual.

Saat workshop berlangsung, tiap divisi dituntut untuk memecahkan studi kasus yang telah diberikan panitia. Hal ini ditujukan untuk melatih intelektual dan mental setiap anggota divisi dalam menangani kasus yang mungkin dihadapi dalam sebuah organisasi. Sedangkan saat team building, peserta mengikuti game yang telah disiapkan panitia guna meningkatkan sinergi dalam kelompok, komunikasi, kreativitas, serta wawasan tiap anggota kelompok tersebut.

Acara ditutup dengan malam keakraban atau seminar intrapersonal yang dipimpin oleh ketua Masjid Al-Falah IWKZ e.V. Disini kedekatan tiap peserta semakin terbangun, peserta pun bebas menyalurkan pendapat, kesan, pesan, ataupun saran untuk membangun IWKZ e.V. yang lebih baik lagi kedepannya.

Capacity Building Training – Karakter Leader Terbaik Sepanjang Zaman

By | Berita Terbaru | No Comments

Jum’at, 30 Maret 2018 IWKZ e.V. melalui Bidang IWKZ-Wissenschaft kembali mengadakan pelatihan pengembangan potensi diri dan leadership, yang bertajuk Karakter Leader Terbaik Sepanjang Zaman. Acara yang berlangsung dari pukul 15:00-18:00 CET di Masjid Al-Falah IWKZ e.V. diikuti oleh sekitar 70 orang peserta.

Yang menjadi narasumber dari kegiatan ini adalah Muhammad Apud Kusaeri, M.Si. Beliau adalah seorang Trainer Professional PT. TRUSTCO Cipta Madani yang sekaligus menjabat sebagai direktur di sana sejak tahun 2004. Spesialisasi beliau adalah Pengembangan Kepemimpinan dalam Program Ketahanan Nasional. Tidak heran Beliau sering memberikan pelatihan di lembaga-lembaga kementrian, seperti Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian Keuangan, Kementrian Kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Modul Kepeloporan Pemuda (Kemenpora), Motivasi dan Budaya Kerja Ditjen Bea dan Cukai, Pemetaan dan Peningkatan Etos Kerja SDM Pusat Kajian Strategis KemenPU, adalah beberapa dari 13 buku yang sudah ditulis oleh Muhammad Apud Kusaeri, M.Si..

Hal yang menarik dari seminar ini adalah terdapat ’Rules of Game’ selama acara berlangsung. Para peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok mempunyai poin awal 100. Poin ini bisa bertambah dan berkurang karna sebab-sebab tertentu. Tanya-jawab, datang tepat waktu, memberi gagasan baru tentu dapat menambah poin untuk kelompok. Sedangkan jika terlambat mengikuti seminar, ada handphone berbunyi, atau tertidur saat acara berlangsung, bisa mengurangi nilai kelompok tersebut. Keadaan seperti ini ternyata membuat para peserta lebih antusias dan tidak merasa bosan mengikuti seminar ini hingga selesai. Dari pengumpulan data panita, 85% dari peserta yang ikut merasa ekspektasi terhadap isi seminar telah tercapai. Dan lebih dari 90% dari peserta yang hadir, ternyata memperoleh pengetahuan baru melalui seminar ini.