All posts by Bidang 1 IWKZ

Sate Somay (SaSo) 2017

By | Berita Terbaru, Pengumuman | No Comments

Sate Somay (SASO) ialah festival makanan Indonesia terbesar di
Berlin sekaligus sebagai ajang amal pengumpulan dana masjid.

IWKZ dengan ini memperkenalkan makanan khas Indonesia seperti sate, somay, pempek, bakso dan makanan serta
minuman ringan tradisional.

SASO 2017 akan dilaksanakan pada tanggal 08.10.2017 di Lapangan KBRI Berlin pukul 10.00 – 16.00 CEST.

Cara memesan makanan:

Pemesanan Pre-Order Saso telah dibuka mulai tanggal 25.09.2017 sampai dengan tanggal 02.10.2017. Kepada anda yang ingin memesan menu utama saso ( Hauptgerichte ) saat fase Pre-Order, silakan untuk menghubungi CP kota terdekat anda.

CP SaSo 2017 ūüďĪūüć≤
————————————————-
Hamburg:
Aldo; +4917675382014
Berlin-Brandenburg:
Hanifah; +491792845029
NRW:
Clara; +491624611765
M-Vorpommern:
Harta; +4917623828638 (Wismar)
Sachsen-Anhalt:
Adel; +491798997802 (Halle)
Yayan; +491726722207 (Köthen)
Sachsen;
Munir; +4915751399978 (Leipzig)
Niedersachsen/Bremen:
Kiki; +4917685668194 (Hannover, Bremen)
Th√ľringen:
Iping; +4915226193289 (Nordhausen)
Hessen:
Kendra; +491798697983 (Frada)
Lainnya:
Raffly; +4917676384880

Pada saat kegiatan SASO berlangsung, akan disediakan empat Stand. Yaitu:
1. Stand Pre-Order
2. Stand Kupon
3. Stand Koin SASO
4. Stand Penukar Koin SASO ke Uang

Anda dapat membeli Kupon Menu Utama saat kegiatan SASO berlangsung. Akan tetapi, Kupon yang disediakan terbatas sehingga disarankan untuk membeli Kupon saat fase Pre-Order.

Untuk pembelian makanan kecil dan minuman, anda dapat membelinya dengan Koin SASO. Koin didapat dengan cara menukar uang dengan Nominal koin: 10c, 20c, (50c), 1‚ā¨, 2‚ā¨, atau 5‚ā¨. Koin SASO dapat ditukar kembali dengan Uang.

Sekian dan sampai bertemu di SASO 2017!

Legita 2.0 ‚Äď Berani Berubah!

By | Berita Terbaru | One Comment

Minggu, 30 April 2017 yang lalu merupakan hari yang berkesan bagi para muslimah Berlin.¬†Pasalnya, mereka bisa saling bersilaturahim kembali dalam acara Legita 2.0 ‚Äď Let‚Äôs Girl,¬†Talk! ‚Äď yang diadakan oleh para pemudi Berlin itu sendiri. Acara yang pada awalnya¬†dijadikan ajang perkenalan ini dihadiri oleh 40 muslimah dari berbagai kalangan; tidak hanya¬†yang sudah kuliah namun juga teman-teman yang baru datang di Jerman. Seperti tahun lalu,¬†Legita 2.0 diadakan dua hari semalam bertempatkan masjid Al-Falah Berlin.¬†Diketuai oleh Shofa Tazkia, mahasiswi HTW Berlin, Legita 2.0 diawali dengan pendaftaran ¬†ulang peserta setelah shalat Ashar, lalu dilanjutkan dengan nobar (nonton bersama) film¬†‚ÄěCinta dalam Ukhuwah‚Äú yang sarat makna. Kemudian mereka membahas singkat pesan apa¬†saja yang bisa disimpulkan dan opini mereka terhadap film tersebut. Kegiatan dilanjutkan¬†dengan makan malam bersama lalu shalat Maghrib berjamaah dan tilawah. Yang menarik dari¬†acara ini adalah, karena Legita dikhususkan untuk perempuan, maka masjid Al-Falah Berlin¬†untuk sementara ‚Äúdiisolasi‚ÄĚ bagi para ikhwan, kecuali saat shalat berjamaah.¬†Setelahnya, para peserta dikelompokkan dalam tim-tim kecil yang mendapatkan studi kasus¬†masing-masing. Didalamnya dibahas hal-hal yang dapat membawa masjid Al-Falah Berlin lebih baik lagi, seperti bagaimana membuat masjid lebih asri, bersih dan menyenangkan.¬†Acara malam itu ditutup dengan presentasi hasil studi kasus. Beberapa hasil diskusi yang¬†disampaikan antara lain penghidupan kembali mading (majalah dinding) masjid serta¬†pengadaan lomba membuat kotak amal terbaik.

Kegiatan pada Senin, 1 Mei 2017 dimulai dengan shalat qiyamul lail dan Subuh berjamaah, kemudian diiringi kajian singkat oleh Syafitri Anggraini Fuad, mahasiswi Beuth Hochschule Berlin, mengenai bagaimana beramal secara cerdas. Muslimah yang akrab dipanggil Rini ini menuturkan, bahwa mencari pahala dan mengejar surga tidak cukup hanya dengan menunaikan shalat dan berpuasa, apalagi kalau masih sering berbuat maksiat. Maka dari itu, perlu bagi kita untuk beramal dengan cerdas, yaitu dengan amalan-amalan yang berlipat ganda ganjarannya atau yang terus mengalir manfaatnya dan pahalanya, sekalipun kita sudah meninggal. Amalan-amalan itu bisa dalam bentuk ilmu bermanfaat yang disebarkan dan sedekah-sedekah untuk kepentingan umat yang darinya senantiasa memudahkan urusan orang.

‚ÄěContohlah salah satu sahabat Nabi, Utsman bin Affan, yang memiliki kebun kurma, yang sampai sekarang (kebunnya -red) memberikan banyak manfaat bagi umat dan pahalanya¬†masih terus mengalir bahkan setelah beliau wafat, insyaaAllah‚Äú, begitu yang dituturkan Rini¬†dengan semangat.

Legita 2.0 dilanjutkan dengan tilawah lalu sarapan bersama. Rangkaian kegiatan Legita 2.0¬†diakhiri secara resmi dengan tukar kado, yang belum ada pada Legita sebelumnya, serta foto¬†bersama. Adapun menurut Retno Budiastuti atau yang lebih sering disapa Asti, Legita 2.0¬†berjalan lebih baik dibanding tahun lalu karena diskusi kelompok berlangsung secara efektif¬†dan peserta lebih aktif dalam menyampaikan aspirasinya.¬†Dengan adanya Legita, diharapkan muslimah Berlin bisa memperkuat ukhuwah islamiyah dan¬†tidak meninggalkan nilai-nilai Islam walaupun menjadi minoritas di negeri asing. Juga ikut¬†memberikan andil dalam memakmurkan masjid Al-Falah Berlin. agar Semoga hasil-hasil¬†diskusi yang sudah direncanakan bisa terealisasikan dengan baik dan tentunya membawa¬†manfaat bagi banyak orang. Sesuai dengan mottonya ‚Äď berani berubah! Aamiin yaa rabbal¬†‚Äėalamin. ‚Äď amari

Saman IWKZ: Lon Tegur Sapa dari Eropa

By | Berita Terbaru | 12 Comments

Masjid adalah atap, dan dibawahnya ternaungi segala aspek kehidupan umat. Masjid bukan sekedar tempat ibadah, hakikinya ia adalah pusat kegiatan umat.

Menepis pandangan masyarakat bahwa kegiatan masjid hanyalah seputar hal agamis, IWKZ e.V setiap tahunnya terus berinovasi melalui ide-ide kreativ para pemuda tidak hanya dalam bidang keagamaan namun juga pendidikan, olah raga dan kesenian. Khususnya dalam bidang kesenian Islam yang baru-baru ini mulai dirintis kembali, IWKZ e.V berhasil menarik perhatian masyarakat Eropa melalui penampilan Saman Ratoeh Jaroe, sebuah tarian adat masyarakat Aceh Gayo. Tarian ini sengaja dipilih karena nilai-nilai yang terkandung didalam tariannya. Tidak hanya sekedar keselarasan antara tabuhan gendang dan penarinya, gerakan dan lagu dalam tarian Saman mengandung begitu banyak makna dan pujian kepada Allah swt.

Terbentuk sejak Maret 2015, Saman IWKZ merupakan salah satu bentuk dedikasi IWKZ e.V. terhadap pelestarian tarian tradisional sekaligus promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Eropa, khususnya di Jerman. Tim yang beranggotakan 15 pemuda-pemudi Indonesia ini, sejak tahun lalu hingga akhir tahun 2016 ini, telah membawa nama Indonesia diberbagai acara yang diadakan di Berlin, Jerman. Pada mulanya tim ini dibentuk untuk mengisi acara tahunan IWKZ, Muslimah Day pada April 2015 lalu. Namun kemudian diundang tampil dalam acara Ein Tag in Indonesien (Satu hari di Indonesia) yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Berlin, di Mall of Berlin pada bulan Juli ditahun yang sama. Saman IWKZ kembali diundang untuk tampil pada acara Wonderful Indonesia pada pertengahan tahun 2016 di Berlin. Berkat penampilannya yang memukau tim Saman IWKZ berkesempatan tampil memperkenalkan budaya Indonesia kepada B√ľrgermeister Berlin, Michael M√ľller di Rotes Rathaus dalam acara Iftar dan Jubilaum oleh JUMA e.V (Junge Muslimische Gemeinde), sebuah organisasi masyarakat yang beranggotakan para pemuda muslim dari berbagai negara yang berdomisili di Berlin.

Pada November 2016 Saman IWKZ tampil dengan membawakan inovasi baru diatas panggung mereka. Melalui Saman Laser pada acara Indoversity yang diadakan oleh Perkumpulan Pelajar Indonesia Berlin, tim IWKZ berhasil membuat decak kagum para penonton dengan keunikannya. Pasalnya ini merupakan kali pertama tarian Saman ditampilkan diruangan gelap dengan menggunakan laser.

Dalam acara Indonesian Culture Night yang diadakan KBRI Berlin diawal Desember bertempat di salah satu gedung mewah di Berlin, Humboldt Carre, tim Saman IWKZ kembali mempromosikan salah satu tradisi Indonesia didepan para tamu undangan yang sebagian besar merupakan warga Jerman. Dan sebagai penutup tahun 2016, tim Saman tampil pada perayaan Maulid Nabi dan Budaya Islam Indonesia dihadapan jamaah masjid Al-Falah di AO Hotel pada 30 Desember. Penampilan Saman IWKZ tersebut menutup serentetan kegiatan akhir tahun dengan luar biasa.

Melalui program kesenian dan kebudayaannya, IWKZ e.V telah turut serta berkontribusi dalam pelestarian dan pengukuhan kebudayaan tanah air secara modern, tanpa mengabaikan norma dan mengurangi keautentikan tradisi, sehingga nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui panggung seni lebih fleksibel untuk segala generasi.

Wonderful Indonesia 2016 (kiri-kanan): Tresi Riyani Azizah (Penari), Putri Harum Sari(Penari), Este Ainun Najib (penari), Atikah Qonitah (Penari), Farah Cahya Artika (Penari), Shofa Tazkia(Penari), Dhevy Maharani Khrisna Mukti (penari), Arum Fajrina (Penari), Bella Audrine Aprodita (penari), Aulia Arliani (penari). Bawah (kiri-kanan): Ellyonora Syamsi (pemain gendang), Irfan Devian Ramadhan (pemain rebana), Rio Yulendra(Syekh)

Iftar und Jubilaum: Saman IWKZ bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Agus Rubiyanto (Kiri-kanan): Putri Harum Sari (p), Farah Cahya Artika (p), Dhevy Maharani Khrisna Mukti (p), Arum Fajrina (p), Bella Audrine Aprodita (p), Aulia Arliani (p), Mirza Ilham Tontowi (Syekh), Agus Rubiyanto, Irfan Devian Ramadhan (rebana), Ellyonora Syamsi(gendang), Atikah (p), Tresi Iryani Azizah (p), Shofa Tazkia (p), Este Ainun Najib (p)